Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai sahabat, kali ini saya berkesempatan berbagi cerita mengenai Sahabat Rasulullah yang saya kagumi. Beliau adalah Khalid bin Walid,
Kisahnya saya mulai sewaktu beliau kecil dahulu, Khalid bin Walid adalah anak dari Walid bin Mughirah yang berasal dari Bani Makzum, Walid adalah orang yang terpandang di kalangan kaum Quraisy, beliau memiliki kebun buah-buahan yang membentang dari Mekkah hingga Taif (ya sekitar 60 mil jauhnya...Subhanallah, Panjang bangettttttt...!!!) Bani Makhzum memiliki tugas yang amat penting dan vital karena mereka harus
- menyiapkan perbekalan untuk peperangan,
- mengumpulkan kuda-kuda untuk digunakan dalam peperangan
- dan senjata-senjata bagi para prajurit.
Khalid bin Walid bersaudara dekat dengan Rasullulah saw. karena istri Rasullulah yang bernama Maimunah adalah bibi dari pihak ibunda khalid, dan beliau juga merupakan saudara sepupu dari Sahabat Rasullulah yaitu Umar bin Khatab.
Kebanyakan anak remaja sekarang, waktu banyak dihabiskan dengan bermain-bermain dan bermain, namun Khalid kecil dan Umar kecil menghabiskan waktu dengan bergulat, hasilnya Khalid pernah mematahkan kaki Umar dan alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT dan dengan bantuan medis yang sigap kaki Umar dapat disembuhkan.
Menjadi seorang pemimpin adalah sesuatu yang amat membanggakan, dan menjadi panglima perang adalah hal yang diimpikan oleh Khalid.
Keputusan Umar untuk meninggalkan agama nenek moyangnya dan memeluk Islam sangat membuat hati Khalid tergores-gores, Persahabatan yang dahulu mereka jalin berubah menjadi permusuhan yang begitu mengerikan. Tidak cukup sampai disitu, Kekalahan kaum Quraisy dalam perang Badar melawan kaum Muslimin yang pasukannya jauh lebih sedikit dari kaum Quraisy begitu mencakar-cakar hati Khalid sehingga beliau berkeinginan untuk membalas dalam Perang selanjutnya di daerah bukit Uhud dan dikenal dengan PERANG UHUD.
![]() |
| ini bukit Uhud tempat terjadi perang Uhud |
Dalam Perang Uhud, lagi-lagi pasukan muslimin sangat sedikit dibandingkan pasukan kaum Quraisy yang jumlahnya sangat banyak. Rasullulah memerintahkan pasukan pemanah terbaik untuk tetap berada di posisi bertahan yaitu berada di puncak bukit. Awalnya, pasukan Kaum Muslimin sangat mendominasi perang, dan kaum Quraisy dapat dipukul mundur, namun pasukan muslimin yang berada di atas bukit terlena dan tak kuasa menahan nafsunya akan harta yang bergelimpangan di bawah bukit (harta itu berasal dari kaum Quraisy itu sendiri) alhasil mereka semua tidak dapat menjalankan amanah dari Rasulullah saw., kesalahan itu adalah celah yang dapat dikonversi menjadi sebuah kemenangan. Khalid bin Walid yang melihat celah itu langsung bersama pasukannya mengeroyok pasukan yang sudah terlanjur turun ke bawah bukit. Banyak Kaum muslimin yang Syahid dalam perang Uhud, seperti Hamzah paman Rasulullah yang amat dicintainya.
Rasulullah setelah usai Perang Uhud, berkomentar mengenai Khali bin Walid yaitu "Orang seperti dia tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslim dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya ke dalam golongan pemimpin.". Setelah mendengar komentar itu dari saudaranya yaitu Walid bin Walid (yang lebih dahulu masuk islam), Khalid bin Walid bersama sahabatnya Utsman bin Thalhah dan Amr bin Ash pergi ke Madinah untuk menemui Rasulullah dan masuk Islam. Subhanallah.....
Tiga bulan setelah Khalid menetap di Madinah, Rasulullah saw. mengutus Harits bin Umair untuk menyampaikan surat dakwah beliau kepada perwakilan Romawi di Bushra. namun di perjalanan, Harits ditangkap dan dibunuh oleh Syurahbil bin Amr al-Ghassany. Syutahbil adalah pemimpin Balqa', suatu wilayah yang termasuk Syria dan berada di bawah pemerintahan Romawi Timur (Bizantium). Rasulullah kemudian mengutus 3000 prajurit di bawah komando Zaid bin Haritsah, sebelum berangkat, Rasulullah memberi amanah "jika Zaid terbunuh, Ja'far yang akan menggantikannya, Jika Ja'far terbunuh, Abdullah bin Rawahah yang akan menjadi pemimpin. Perangilah orang-orang kafir dengan nama Allah. Kalian, para prajurit Islam, tidak boleh menipu, mencuri, membunuh anak-anak, kaum wanita, orang lanjut usia, dan orang yang menyepi di tempat ibadah. Kalian juga jangan menebang pohon kurma dan pepohonan yang lain, serta jangan menghancurkan tempat ibadah.". Pertempuran tak seimbang terjadi, pasukan gabungan Ghassan dan Romawi mencapai 200.000 ribu orang dan kaum muslimin hanya 3000 orang. Alhasil nyali pasukan muslimin menjadi ciut namun Abdullah bin Rawahah menggelorakan semangat mereka dengan perkataan, " Sesungguhnya, hanya ada salah satu pilihan di antara dua kebaikan, yaitu Kemenangan atau mati syahid!". Semangat pun berkobar di raut wajah pasukan muslimin, ketika 3 panglima muslimin yaitu Zaid, Ja'far, Abdullah mati syahid. Khalid bin Walid ditunjuk sebagai pemimpin selanjutnya. Khalid bin Walid merencanakan sebuah tipu muslihat dengan membubungkan debu sebanyak-banyaknya ke angkasa dengan tujuan agar Pasukan lawan mengira bahwa ada bala bantuan yang datang untuk kaum muslimin. Dengan itu pasukan muslimin dapat mundur ke Madinah. Kaum muslimin yang gugur dalam peperangan tercatat hanya 12 orang, Khalid pun diberi gelar oleh Rasulullah saw. dengan sebutan Saifullah Al-Maslul atau pedang Allah yang terhunus.
Tercatat banyak peperangan yang dimenangkan oleh kaum muslimin dan dipimpin oleh Khalid bin Walid. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab, Khalid bin Walid diturunkan dari jabatannya yaitu panglima perang, dengan tujuan agar kaum muslimin tidak memuju-muja Khalid atas peperangan yang selalu ia menangkan, namun ia tidak kecewa dan berkata "Aku berjuang dan berjihad bukan karena Umar bin Khaththab, tapi karena Allah SWT.". Impian beliau untuk syahid dalam peperangan tidak tercapai karena Allah mempunyai rencana lain, beliau meninggal di atas pembaringannya karena terserang penyakit.
Adapun kisah yang menarik dari suatu peperangan yang bernama perang Yarmuk, Sebelum kedua belah pihak yaitu Muslimin dan Romawi memulai peperangan, kedua pemimpin itu saling bertemu hingga hidung kuda keduanya berdekatan
Gregorius: Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikit pun. Karena Tuhan Yang Mahamulia tidak pernah berdusta., dan kamu jangan menipuku. Karena sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah.
Khalid : tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan.
Gregorius: Apakah Allah menurunkan sebilah pedang dari langit kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. lalu pedang itu diberikannya kepadamu hingga kamu memakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?
Khalid : Tidak
Gregorius: Apakah sebabnya Muhammad memberimu gelar saifullah?
Khalid : Ketika Allah SWT. mengutus Nabi Muhammad saw., seluruh kaumnya sangat memusuhinya. Aku termasuk orang yang membencinya. Setelah Allah SWT. memberikan hidayah-Nya kepadaku maka aku pun masuk Islam. Ketika itu Rasulullah saw. menerimaku dan memberiku gelar Saifullah.
Gregorius: Jadi, apa tujuanmu berperang?
Khalid : Kami ingin mengajak mu supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah. Kami juga ingin mengajakmu untuk mempercayai bahwa segala apa yang disampaikan oleh nabi Muhammad Saw. itu benar.
Gregorius: Apakah hukumannya bila mereka tidak mau menerimanya?
Khalid : Hukumannya adalah harus membayar upeti. Jika mereka mau membayarnya, kami tidak akan memeranginya.
Gregorius: Bagaimana kalau mereka tidak mau membayar?
Khalid : Kami akan mengumumkan Perang kepada mereka.
Gregorius: Bagaimana kedudukannya orang yang masuk Islam pada hari ini?
Khalid : Di hadapan Allah Swt., kita semua sama. Baik dia orang kuat, lemah, dan yang dahulu maupun sekarang masuk Islam.
Gregorius: Apakah kedudukan orang yang dahulu masuk Islam akan sama dengan orang yang sekarang masuk Islam?
Khalid : Orang yang terlambat memeluk Islam akan lebih tinggi kedudukannya daripada orang yang lebih dahulu masuk Islam. Sebab, orang yang lebih dahulu masuk Islam menerima Islam ketika Rasulullah Saw. masih hidup dan dapat menyaksikan wahyu kepada beliau. Sedangkan, orang yang terlambat masuk Islam tidak menyaksikan apa yang telah kami saksikan. Oleh karena itu, siapa saja yang masuk Islam sekarang maka dia akan lebih mulia kedudukannya. Sebab, dia masuk Islam tanpa menyaksikan bukti-bukti yang lebih meyakinkannya terlebih dahulu.
Gregorius: Apakah yang kamu katakan itu benar?
Khalid : Demi Allah, sesungguhnya apa yang aku katakan itu benar.
Gregorius: kalau begitu, aku mempercayai apa yang kamu katakan itu. Mulai saat ini, aku bertobat. Aku tidak lagi memusuhi Islam dan aku menyatakan diri masuk agama Islam. Wahai Khalid, tolong ajari aku tentang Islam.
Lalu Khalid bin Walid membawa Gregorius masuk kemahnya, Khalid menuangkan air dalam timba. Khalid menyuruh Gregorius bersuci dan mengerjakan shalat dua rakaat.
Ketika Khalid dan Gregorius masuk ke kemah, tentara Romawi mengadakan serangan besar-besaran terhadap pertahanan kaum muslimin. Setelah mengerjakan Shalat dua rakaat, Khalid dan Gregorius melanjutkan Perang dalam barisan kaum muslimin hingga matahari terbenam. Akhirnya Gregorius mati syahid dalam pertempuran itu oleh tangan mantan pasukannya sendiri.
Subhanallah Kali ini Khalid menundukan Gregorius bukan dengan pedangnya namun dengan kejujurannya dan sikap sportivitasnya. Khalid tertunduk di lembah berbatu, betapa sedih, haru, bangga bercampur aduk menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan dan semua itu berkumpul di hati Khalid bin Walid dihadapannya jasad Gregorius dengan puluhan luka bekas perang.
Khalid bin Wlaid adalah salah seorang sosok pemimpin yang patut diteladani di jaman sekarang.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
